![]() |
| Bupati Blora dan Bupati Bojonegoro memperlihatkan dokumen Perjanjian Kerjasama Pembangunan Jembatan Lume yang telah diteken kedua belah pihak. (foto: humas) |
BLORA.
Pemerintah Kabupaten Blora (Jawa Tengah) bersama Pemerintah Kabupaten
Bojonegoro (Jawa Timur) pada hari Rabu (29/5/2019) melaksanakan penandatanganan
Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang pembangunan jembatan penghubung kedua kabupaten
yang berada di wilayah Desa Medalem, Kecamatan Kradenan ke Desa Luwihaji
Kecamatan Ngraho.
Bertempat
di Ruang Pertemuan Setda Kabupaten Blora, penandatanganan PKS dilakukan Kepala Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Ir. Samgautama Karnajaya, MT;
bersama Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro,
Drs. Nur Sujito, MM, dan diketahui langsung oleh Bupati Blora Djoko Nugroho
bersama Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Muawanah.
Turut
menyaksikan, Wakil Bupati Blora, H. Arief Rohman M.Si, Sekda Komang Gede
Irawadi, SE, M.Si, para Asisten, Kepala OPD se Kabupaten Blora, serta OPD
terkait dari Kabupaten Bojonegoro.
Bupati
Djoko Nugroho dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Bupati
Bojonegoro dan rombongan di Kabupaten Blora dan berterimakasih atas dukungannya
dalam proses pembangunan Jembatan yang akan diberi nama Jembatan Lume
(Luwihaji-Medalem), diambil dari nama dua desa lokasi pembangunannya.
“Alhamdulillah
menjelang akhir Ramadhan kali ini kita dapat kabar bagus dan THR dari Pemkab
Bojonegoro berupa komitmen pembangunan Jembatan Lume yang akan dibangun tahun
2020 dan dibiayai langsung oleh Kabupaten Bojonegoro,” ucap Bupati.
Keberadaan
jembatan yang akan melintang di atas Sungai Bengawan Solo ini menurut Bupati
sudah lama menjadi impian masyarakat Blora Selatan, khususnya Kecamatan
Kradenan, Randublatung, sebagian Kedungtuban dan Jati.
![]() |
| Kepala DPUPR Blora, Ir. Samgautama Karnajaya MT menjelaskan isi perjanjian kerjasama. (foto: humas) |
“Selama
ini warga kami di kawasan Blora Selatan ketika ingin ke Ngraho dan Ngawi harus
berputar puluhan kilometer melalui Cepu-Padangan. Dengan adanya jembatan ini
maka akan memangkas waktu dan biaya yang besar, sehingga perekonomian di
wilayah tersebut bisa lebih meningkat. Apalagi Kradenan dan sekitarnya ini
merupakan lumbung padinya Blora,” lanjut Bupati.
Bupati
berharap PKS ini bisa segera direalisasikan agar masyarakat bisa segera
menikmati hasil pembangunannya.
Sementara
itu, Bupati Bojonegoro, Hj. Anna Muawanah juga menyampaikan hal yang sama. Bu
Anna (panggilan akrabnya) mengatakan bahwa pembangunan jembatan antar Kabupaten
ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah
ikhtiar kita bersama sudah sampai satu tahap yang penting. Ini semua sebagai
wujud pelayanan kepada seluruh masyarakat baik Blora maupun Bojonegoro. Kawasan
perbatasan menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Berdasarkan
PKS yang telah ditandatangani, Kepala DPUPR Kabupaten Blora, Ir. Samgautama
Karnajaya MT menyampaikan bahwa dalam pembangunan Jembatan Lume ini Blora
memiliki tugas untuk membuat dokumen perencanaan Detail Engineering Design
(DED), setelah jadi maka hasilnya diserahkan ke Pemkab Bojonegoro karena proses
pembangunannya dilakukan oleh Bojonegoro.
“Blora
buat DED nya saja, pembangunannya nanti sepenuhnya akan dilaksanakan dan
dibiayai oleh Pemkab Bojonegoro dengan pagu anggaran sekitar Rp 98 miliar.
Dengan panjang jembatan 150 meter, dan lebar 9 meter,” terang Samgautama
Karnajaya.
Terpisah,
Wakil Bupati Blora H. Arief Rohman M.Si meminta doa dan dukungannya kepada
seluruh warga masyarakat agar proses pembangunan jembatan ini bisa berjalan
lancar tanpa ada halangan.
| Bulan November 2018, Bupati Blora dan Wakil Bupati Blora mengajak Bupati Bojonegoro menyeberang Bengawan Solo dari Desa Luwihaji ke Desa Medalem. (foto: humas) |
“Ini
merupakan salah satu tindak lanjut kerjasama pengembangan wilayah perbatasan Wiranegoro
yang beberapa waktu lalu diteken Pemkab Ngawi, Blora dan Bojonegoro. Setelah
jembatan ini jadi, kedepan kerjasama akan dikembangkan ke sektor pengembangan
wisata, seni dan budaya. Semoga bisa terwujud, aamiin,” kata Wakil Bupati.
Acara
diakhiri dengan foto bersama oleh kedua belah Pemkab dengan menunjukkan dokumen
PKS yang telah ditandatangani.
Sekedar
mengingatkan, proses pembahasan pembangunan Jembatan Lume ini sudah beberapa
kali dilakukan antara Pemkab Blora dan Bojonegoro. Bahkan pada bulan November
2018 lalu Bupati Blora didampingi Wakil Bupati, mengajak Bupati Bojonegoro
menyeberang Sungai Bengawan Solo dari Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho menuju
Desa Medalem Kecamatan Kradenan untuk meninjau langsung calon lokasi
pembangunan jembatan. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)




Tidak ada komentar:
Write komentarTinggalkan komentar anda