BLORA. Potensi Wana
Wisata Kedungpupur di kawasan ladang minyak tua Desa Ledok, Kecamatan
Sambong yang dulu tak terawat, kini mulai terlihat cantik pasca
revitalisasi kolam renang utama melalui progranm Coorporate Social
Responsibility (CSR) Pertamina EP IV Cepu dan penataan kawasan
hutan di sekitarnya yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas
pendukung dari beberapa pihak.
Setelah revitalisasi kolam selesai, dan
supaya bisa dikembangkan ke tahapan selanjutnya, PT Pertamina EP IV
Cepu pada hari Selasa (12/3/2019) menyerahkan langsung aset kolam
renang Kedungpupur kepada Pemerintah Kabupaten Blora. Penyerahan
dilakukan dengan penandatanganan nota penyerahan aset dari Manager PT
Pertamina EP 4 Cepu, Afwan Daroni kepada Bupati Djoko Nugroho.
Bertempat di Pendopo Komplek Wana
Wisata Kedungpupur, acara penyerahan aset tersebut dilanjutkan dengan
penandatanganan kerjasama pengembangan Kedungpupur antara Pemkab
Blora, Perhutani KPH Cepu dengan LMDH Wana Amerta dan BUMDes Wana
Tirta Abadi Desa Ledok.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata
(Dinporabudpar) Slamet Pamudji SH, M.Hum, Kepala Bappeda Ir. Samsul
Arief, Kepala DPUPR, Ir. Samgautama Karnajaya MT, Kepala OPD terkait
lainnya dan Forkopimcam Sambong, lengkap beserta Kades Ledok,
perangkat serta Pokdarwis setempat.
Dalam kesempatan itu, Manager PT
Pertamina EP 4 Cepu, Afwan Daroni menyampaikan bahwa pihaknya telah
membantu revitalisasi kolam renang Kedungpupur agar bisa kembali
dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif olahraga dan hiburan di
kawasan hutan jati.
| Penandatanganan kerjasama pengelolaan Wana Wisata Kedungpupur oleh Pemkab Blora dengan Pertamina, Perhutani, LMDH, dan BUMDes setempat. (foto: humas) |
“Dua kolam renang yang ada disini
alhamdulillah sudah selesai direvitalisasi semuanya, baik yang
berukuran 8x4 meter ataupun 13x23 meter. Semoga revitalisasi ini bisa
bermanfaat untuk pengembangan Kedungpupur kedepan,” ungkap Afwan
Daroni.
Sementara itu, Bupati Djoko Nugroho
dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wana Wisata Kedungpupur akan
dikelola secara bersama-sama, antara Pemkab, Perhutani Pertamina dan
Desa. Termasuk melibatkan peran pemuda dan Pokdarwis.
“Ini tempat yang sangat bagus, di wilayah lain tidak ada seperti ini. Hutan yang ijo royo-royo memiliki potensi wisata kolam renang yang segar di kawasan ladang sumur minyak tua. Kedungpupur akan dikelola bersama-sama dengan Perhutani, Pertamina dan Desa. Karang Taruna juga ikut,” tegas Bupati.
Terkait infrastruktur menuju lokasi Kedungpupur, Bupati berencana akan memperbaikinya dan meminta kepada Perhutani untuk ikut membangun akses jalan.
| Kawasan Wana Wisata Kedungpupur yang nampak asri di tengah hutan jati Desa Kedungpupur, Kecamatan Sambong. (foto: humas) |
“Nanti jalan kita bangun
bareng-bareng. Perhutani juga ikut andil pembangunan jalan dengan
CSRnya, Pertamina juga. Desa dalam APBDes nya dan LMDH juga harus
ikut menganggarkan pengembangan Kedungpupur ini agar bisa sama-sama
mempunyai rasa memiliki,” lanjutnya.
Bupati juga berkeinginan membangun kios-kios pertokoan disekitar kolam renang, pembuatan permainan outbond yang nantinya dikelola oleh Karang Taruna Desa Ledok dan penambahan kolam mainan khusus anak-anak balita.
Bupati juga berkeinginan membangun kios-kios pertokoan disekitar kolam renang, pembuatan permainan outbond yang nantinya dikelola oleh Karang Taruna Desa Ledok dan penambahan kolam mainan khusus anak-anak balita.
Hingga kini kawasan kolam renang Wana
Wisata Kedungpupur telah dilengkapi dengan Pendopo, gazebo untuk
berteduh, toilet, kamar mandi, kolam pemancingan ikan dan beberapa
titik spot selfie. Bila akhir pekan tiba, menurut Kades Ledok, Sardi,
banyak masyarakat umum yang datang untuk melepas penat dan berenang
di lokasi ini. (Tim Berita Humas Protokol Setda Blora)


Tidak ada komentar:
Write komentarTinggalkan komentar anda